Friday, 29 July 2016

Fakta-fakta Menarik Jepang, Si Negeri Sakura

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ciao, gaez!
 Apa kabar? Gue mau berbagi nih, tiga puluh fakta tentang negara Jepang. Jepang………. Here it is,


1.    Cewek Jepang biasanya terlihat lebih sering menggunakan high heels, jarang flatshoes atau sneakers.
2.    Jika tamu undangan acara di pernikahan sedikit, ada jasa penyewaan tamu undangan untuk meramaikan acara pernihakan di Jepang.
3.    Memberikan tip untuk pelayan di Jepang  justru di anggap tidak sopan.
4.    Para Bos di Jepang mewajibkan pegawai mereka untuk tidur siang, hal ini membuktikan bahwa sosok bos di Jepang menghargai kerja keras mereka.
5.    Perusahaan tertua di dunia ada di Negara Jepang Yaitu “Kongo Gumi Co. Ltd”, beroperasi sejak tahun 578.
6.    Kebanyakan orang Jepang tidak suka memakan kue atau sesuatu yang manis-manis.
7.  
Dengan membunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta, pelaku bunuh diri telah membuat keluarganya dituntut mulai dari 100 juta yen atas masalah baru yang ia timbulkan dari bunuh dirinya.
8.    Saling mendorong untuk bisa masuk kedalam kereta dan berdesak – desakan merupakan hal biasa untuk orang Jepang.
9.    Banyak jalanan di Jepang yang tidak memiliki nama, mengirim barang via pos merupakan sesuatu yang menyulitkan disini.
10. Orang – orang di Jepang lebih mengidolakan Barrack Obama, Hingga mereka banyak yang membuat figure khusus ini untuk di jual.
11. Sopan dan santun dan etika merupakan hal yang sangat penting bagi orang – orang jepang, mereka akan lebih sering meredam untuk berbicara “tidak” secara langsung.
12. Jepang punya banyak rasa Kit-kat yang unik, mulai dari rasa: pisang, gula merah, ubi panggang, teh, labu, dll.
13. Bagi orang Jepang yang tidak memiliki anak, mereka justru mengadopsi orang dewasa untuk menjadi pewaris bisnis keluarga.
14. Ada sebuah cafe bernama “cuddle” yang berisikan orang-orang jomblo jepang yang Ingin ditemani oleh wanita.
15. Di Negara Jepang banyak vending machine yang dapat dibilang aneh.
16. Saking bangganya dengan sumpit, terkadang mereka juga menggunakan sumpit untuk memakan pasta.
17. Di Jepang banyak tersedia cafe kucing, untuk kamu yang penggemar kucing, Negara Jepang menjadi surga untuk pecinta kucing.
18. Lahan di Jepang merupakan harga yang sangat mahal, sampai ada sebuah kuburan milik keluarga mereka yang  tidak sanggup dibayar maka kuburan tersebut akan disita dan di jual ke orang lain.
19. Tas anak sekolahnya dilengkapi alarm yang dapat meminimalisasi terjadinya penculikan. Tapi jangan lupa, tasnya mahal banget, gaez. Bisa sampe 10 juta per tas.
20. Tingkat atheist di Jepang bisa dibilang tinggi.
21. S
elain makan ikan mentah, orang jepang juga makan daging kuda mentah dan rusa mentah. Tapi katanya sih, mereka prefer makan daging kuda.
22. 
Topik basa basi paling standard di jepang adalah tentang cuaca. kalo nulis surat / email ke temen, biasanya cuaca wajib menjadi topik pertama.
23. 
Gigi gingsul pada perempuan dianggap unyu.
24. Anak sekolah wajib berjalan kaki ke sekolahnya. Kecuali yang rumahnya sangat jauh (dan itu pun jarang), mereka dibolehkan menggunakan sepeda, tetapi tidak diantar orangtua.
25. Salah satu merk terkenal Jepang, Uniqlo, yang terbilang mahal di Indonesia, termasuk salah satu toko pakaian termurah di Jepang.
26. Harga buah di Jepang mahal banget! Harganya bisa sampe ratusan ribu (bukan untuk beberapa kilo, tapi per kilo).
27. Orang Jepang biasanya cadel huruf L. Sepupu gue yang nama panggilannya Lulu harus ganti nama panggilan kalo gamau dipanggil Ruru hehe
28. Yoshinoya yang termasuk mahal di Indonesia, juga terbilang murah di Jepang.
29. Terdapat pulau yang isinya hingga 300 ekor kelinci yang dibiarkan hidup liar di alam.
30. Orang yang punya rumah di atas tanah milik sendiri /biasanya/ adalah orang kaya.

Hehe udah yaaaa… Semoga bermanfaat dan membuat kalian makin luas pengetahuannya!

Wassalamu’alaikum wr. wb.


Sumber Referensi:
http://elshinta.com/news/8603/2015/04/19/10-fakta-unik-sekaligus-mengejutkan-dari-negara-jepang
Info dari Pak Erwin dan juga Tante Wati


Monday, 11 July 2016

Ciletuh? Geopark milik Sukabumi yang lengkap:D

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hey, guys. I’m back..! But guess, kenapa gue muncul saat liburan masih menginap? Yes! I’m not here for those history thing, jajajaja.  Gue mau ceritain liburan gue kemaren, yang menurut gue lebih bermanfaat lah dibanding liburan gue biasanya.

SOOOOOOOOOOOOOO, kemarin, tepatnya H+2 our Eid al Fitr, gue dan keluarga tercinta pergi ke suatu tempat yang lagi booming. Mungkin khususnya di kalangan pecinta alam, traveler, and geographer kali ya. OK, we went to Ciletuh Geopark, Sukabumi. Kenapa ke sini? Karena sekalian kakak gue nyari bahan dan survei buat paper dia. So that is why. Kan katanya Geopark Ciletuh ini lengkap. Ada 9 atau 10 curug ya?, Tebing Panenjoan, Gunung Badak, Batu Batik, Batu Kodok, dll. Katanya juga, gacuma sebagai tempat wisata, tapi juga sebagai tempat mempelajari ilmu geologi skala dunia, misalnya aspek tektonik, petrologi, stratigrafi, mikropaleontologi, dan geo-morfologi. 

Kita  ke Geopark  Ciletuh ini bermodalkan jawaban temen-temen bapak gue dan google maps. Kita aja gatau di sana ada apa aja, mau ngapain aja, mau berapa lama di sana, tapi yaudahlah. Kata bapak gue, yang sebenernya pas itu lagi sakit gigi jadinya gabanyak ngomong, mumpung lagi liburan dan ada waktu hohoho. Kita berangkat sekitaran jam enam pagi. Niatnya sih biar nyampenya cepet. But.. gitude. Terus di tengah jalan, kelaperan kan kitanya. Jadi kita nyabu dulu deh di pinggir jalan. Oh ya, nyabu itu maksudnya nyarap atau makan bubur ayam hehe. 

Abis itu, blablabla lalala nanana sepuluh jam telah terlewati, yang adalah jam empat sore, kita nyampe. Kok lama banget ya? Hm, mungkin karena adek gue ada yang masih kelas satu, rempong dia, terus kita sering mampir di indomaret dan alfamart. Terus pas abis sholat dzuhur tuh kita nongkrong dulu, nyari makan lagi. Jadi gitu. Padahal mah katanya cuma butuh waktu sekitaran enam jam dari Depok.

Nyampe di sana, kita tuh bingung, ini terus kita ngapain? Kok gaada gerbang masuk dan loket tiket masuknya? Ya, jadi di Geopark Ciletuh ini, emang belom terlalu diatur sih bagian retribusi untuk masuknya. Tapi pas masuk ke bagian-bagiannya, maksudnya ke salah satu fenomena geosfer yang ada di situ, beberapa, bayar. Kenapa cuma beberapa yang bayar? Gue gatau hehe. Pertamanya, kita gak ngeh kalo udah ngelewatin Curug Awang. Padahal itu salah satu destinasi utama Geopark Ciletuh ini. Yaudah. Terus kita, ngelewatin Kantor Sekretariat PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi) dan Tebing Panenjoan. Kenapa cuma dilewatin? Karena di sana rame. Kita maunya yang sepi:v Tapi ya, seharusnya mendingan sebelum keliling tuh ke Kantor Sekretariat PAPSI, nanya-nanya dulu, jadi kelilingnya lebih enak karena udah lumayan tau tentang wilayah dan tempatnya.

Karena emak dan bapak gue takut kemaleman, jadi kita nyari penginapan dulu. Di sana gaterlalu banyak penginapan. Katanya sih karena warga setempat sepakat untuk tidak membangun bangunan mewah, layaknya penginapan, gitu. Pas keliling nyari teh penuh semua. Untung akhirnya ada bapak pemilik penginapan dan restoran Bale Kambang, Bapak H. Nendi yang membantu kita nyari rumah untuk malam beristirahat. Cari-cari-cari-cari, akhirnya ketemu. Kita jadinya nyewa satu rumah, salah satu rumah warga di sana,  karena gaterlalu nyaman berbagi tempat dengan orang yang belum kenal baik. Sebenernya bisa aja cuma nyewa satu atau dua kamar milik warga setempat, sistem homestay gitudeh. Tapi ya karena alasan di atas, gajadi hehe.

Abis istirahat sejenak, kita pergi ke Pantai Palangpang. Pantai ini panjang dan uniknya, katanya, soalnya gua gamerhatiin persis, bentuknya kayak tapal kuda, ngikutin kontur kawasan Geopark Ciletuh yang juga bentuknya tapal kuda. Dan, setelah pakir, kita pun turun dari mobil:v Setelahnya…..

Alangkah kecewanya hati daku… Mengapa? Sampah bertebaran tanpa ditemani maupun diurusi pemiliknya-_- Padahal seharusnya mereka tau bahwa gaboleh buang sampah sembarangan, toh lo gabakal mati cuma gara-gara nyimpen satu atau dua plastik kemasan makanan atau minuman di tas kan.-. Ada juga himbauan yang ditempel, kalo gasalah dari SMAN 1 Ciemas yang kerjasama sama pemerintah setempat tentang dilarang buang sampah sembarangan, kalau buang sampah sembarangan nanti diganggu kuntilanak. Apa pada gatakut kuntilanak atau gapercaya adanya kuntilanak? Wallahua'lam bishshawab..

Hm, begitulah. Ya, husnudzon-nya, mungkin karena lebaran, jadi rame, jadi pada buang sampah. Tapi seharusnya sih, mau lebaran atau nggak, mau rame atau nggak, gak seharusnya kita buang sampah sembarangan. Tapi emang sih, rada susah nemuin tempat sampahnya. Warung tenda tempat makan pun rada jauh dari pantainya. Jadi gabisa ngingetin pengunjung untuk buang sampah pada tempatnya. Berpindah dari sampah, pantainya bagus!


Ada semacam landmark gitu juga, tulisannya GEOPARK CILETUH. Sayangnya, batu dasar landmark ini ada tulisan dengan pylox-nya. Entah emang begitu seharusnya atau itu dibuat orang iseng, gatau gue.-. Landmark ini dipagari dengan bambu, tapi kita tetep bisa masuk ke dalam karena ada bagian yang terbukanya. Orang-orang pada foto di sini. Di sekitaran pantai ini juga ada beberapa tempat buat santai-santai, juga disediain kursi panjang gitu buat duduk-duduk. Gue ga datengin ribuan pasir yang sedang bersama air itu sih tapinya, soalnya males, udah liat banyak sampah dan motor duluan di pantainya.-.


Puas ngeliat sunset (yang sebenernya udah mau abis pas kita sampe di Pantai Palangpang ini), kita pun beranjak dari batas antara dataran dengan laut selatan ini. Kita berniat untuk melanjutkan acara berkeliling saat besoknya. Terus kita pun beristirahat di rumah sewaan tadi. Selepas sholat, kita laper. Terus inget kalo ada restoran Bale Kambang. Jadilah emak bapak gue ke sana, sedangkan kami para anaknya menunggu dengan tak sabarnya:v

Setelah beberapa saat, emak bapak gue balik. Waaa, tercium bau sedap. Apakah itu? Jadi, emak bapak gue beli ikan kakap merah buat makan malem. Buat gue yang gasuka seafood, emak dan bapak membelikan telur dadar. Harga jual makanan restoran ini termasuk murah. Nasi, yang porsinya banyak banget, serius, harganya 5000. Ikan kakap merah tadi, harga jualnya 75000 untuk satu kilogramnya. Kalo telornya, gatau gue.-. Kopi item harganya 3000. OHYA! Perlu kalian ketahui, juru masak restoran ini sebelumnya bekerja di salah satu kapal pesiar. Beliau seorang muallaf, kemudian akhirnya memutuskan bekerja di restoran ini. Masakannya enak lho. Kalo ke sana, jangan lupa makan di restoran ini yaaa hehe.




Setelah kenyang, kami berbincang sedikit dan nonton film dari laptop bapak gue. Terus tidur deh. Esoknya, setelah siap-siap, kami pun melanjutkan perjalanan. Kita pertama berniat menuju Curug Cimarinjung. Enak, curugnya deket rumah sewaan kita, ditambah lagi kitanya gaperlu daki jauh-jauh gitu. Di Curug Cimarinjung ini, bebatuan dan tebing sekitarnya berlumut. Karena tempatnya rada tertutup terus air cipratannya kuat dan tersebar luas. Ohya lupa bilang, kalo mau masuk ke area Curug Cimarinjung ini, ada biaya retribusi sebesar 3000 rupiah per orangnya. Pas kita sampe di sini sih, baru ada kita doang ditambah rombongan mas-mas seragaman, entah darimana. Masih sepi, jadi enak:v


           
Kata bapak penjaganya, jangan main di batu yang atas, ada ular katanya. Tapi gue naik hahaha, alhamdulillah lagi gaada ular.   Di curug ini gaboleh berenang juga karena curam gitu deh di bagian bawahnya. Di curug ini alhamdulillah lagi areanya bersih. Ada semacam tempat sampah di salah satu sudutnya.  Ati-ati ya jangan lupa, soalnya jalannya lumayan licin, walau sebelumnya gak hujan. Ya, intinya sih, curugnya bagus, airnya jernih. Dan enaknya sih, sensasi cipratan airnya itu loh. Apalagi dengan tempat yang rada tertutup, jadi cipratannya kebagian banyak:p Sebenernya deket Curug Cimarinjung ada juga Puncak Darma. Tapi karena 2.5 km jauhnya dari tempat masuk, begitulah.


Puas dengan kenyamanan di Curug Cimarinjung, kita isi perut dulu di restoran Bale Kambang. Kita makan nasi goreng tanpa telur, harganya 10000, dan enak. Terus abis sarapan itu, kita berpindah menuju Curug Sodong. Gajauh kok jarak antar curugnya. Nah kalo Curug Sodong ini terkenal karena kembar. Ya, air terjunnya ada dua. Di sini, cipratannya airnya lebih keras lagi karena ada dua kekuatan yang bergabung jadi satu. Adem deh ngerasain cipratan airnya yang ngebasahin muka dan tubuh. Gabasah kuyup tapi ya maksud gue. Maksud gue tuh basah lembab hahaha. Di Curug Sodong ini lebih rame dibanding Curug Cimarinjung sebelumnya. Mungkin karena udah lebih siang juga kali ya, gatau gue. Di sini, air terjunnya teh persis depannya tempat parkir, jadi gitu. Waktu itu tuh lagi panas terik gitu, untung ada cipratan air:p


Terus juga tebingnya, di bagian samping air terjun itu kebentuk goa hasil erosi gitu. Banyak yang berenang di sini karena memang dibolehkan. Masuk ke Curug Sodong ini, bayarnya 3000 juga per orangnya. Sayangnya, ya sekali lagi mungkin karena lebaran, ada beberapa sampah yng terlihat. Paling gaenak sih pas liat di bagian pinggiran air, ada nasi berceceran yang lumayan banyak. Hm, untungnya organik ya, walau lebih jijik-in sih dibanding sampah plastik. Pengunjung butuh kesadaran lebih nih kayaknya untuk tau di mana buang sampah itu seharusnya. Gak sembarangan kayak gini.-.

Setelahnya, kita berniat ke Curug Awang. Tapi karena deket sama jalan menuju keluar, dan kantor sekretariat beserta Tebing Panenjoan lebih dekat tempatnya, jadi kita kesampingin dulu Curug Awangnya. Pemandangan dari Tebing Panenjoan ini waaaaaaaaaah banget. Harus liat pemandangannya secara langsung, k haha. Abis itu, kita mampir ke Kantor Sekretariat PAPSI. Di sana ada dua bapak pengurus PAPSI yang dengan baik hati banyak menjelaskan mengenai Geopark Ciletuh ini. Tersedia pula foto-foto yang dipajang di dinding maupun yang telah dialbumkan.

Ternyata, Ibrahim Komoo, yang adalah Ketua Geopark Asia Tenggara, asal Malaysia, telah berkunjung ke sini pada akhir tahun 2014 lalu. Pada websitenya ia menulis, “Saya tidak meragui daerah Ciletuh sesuai untuk dijadikan geopark bertaraf national. Keistimewaan geologi, keindahan landskap dan persediaan komuniti setempat untuk membangunkan geopark telah cukup tersedia.” Di samping itu juga telah ada beberapa pengunjung dan peneliti dari negara lain seperti Amerika, Belanda, dan Jepang telah mengunjungi Geopark Ciletuh ini.

Salah satu bapak pengurus PAPSI ini, yang adalah Bapak Endang, sebagai ketua PAPSI pun lumayan banyak menjelaskan mengenai masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh ini. Masyarakat dan dibantu PAPSI dan pihak lain, termasuk Bio Farma, mempersiapkan diri untuk Ciletuh yang sebagai Geopark Internasional. Sejauh ini, masyarakat telah dibina untuk meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Salah satu bintangnya adalah beras hitam, yang sugar-free, mulai dipesan oleh negara Jepang. Buah-buahannya pun juga dimanfaatkan sebagai keripik-keripik.

Masyarakat pun juga dibina dalam masalah penginapan. Sejauh ini, sudah ada 40 rumah yang dijadikan sebagai tempat homestay. Juga ada batik khas dari Ciletuh. Tepatnya Batik Pakidulan. Beberapa waktu lalu juga Bio Farma telah meresmikan Rumah Batik Pakidulan. Batik Pakidulan ini mempunyai motif keindahan alam dari Geopark Alam Ciletuh ini. Diantaranya motif Hujungan, motif Panenjoan, serta motif Curug, dan beberapa motif lainnya. Batik Pakidulan ini gak kalah loh sama batik dari daerah lain. Untuk masyarakat pula, diberi contoh Warung Percontohan yang ada di dekat Kantor Sekretariat PAPSI. Tujuan pembangunannya agar masyarakat dapat lebih baik dalam hal menyediakan barang, terutama barang khas daerah Ciletuh.

Setelah puas berbincang, kami pun beranjak menuju tujuan kita yang terakhir, yaitu Curug Awang. Yep, terkenal dengan sebutan Mini Niagara, tetapi lagi sedikit kering saat itu. Jadi kayak air terjun biasa. Tapi tetap aja pemandangannya kereeen. Biaya retribusi ke Curug Awang ini hanya sebesar 1000 rupiah per orangnya. Tapi, kita ga sampe ke bagian bawah air terjunnya. Takut capek hehehe. Sebenernya sih lumayan mudah ke bagian bawahnya, ke bagian atasnya juga, tapi gitudeh, udah pada capek jadi gajadi. Walau gitu, pemandangan dari tempat yang disediakan /mungkin/ untuk beristirahat ini gakalah bagusnya dari pemandangan jarak dekatnya. Juga ada papan informasi mengenai Curug Awang ini. Ohya, curug-curug yang ada di sini kebanyakan dekat dengan areal persawahan, jadi sawah di sini pengairannya dari curug-curug ini.

Lelah dan capek, kita pun pulang. Kita bau dikit banget nge-explore Geopark Ciletuh ini. Emang sih, menurut gue, didukung oleh Pak Endang juga, gacukup sehari atau dua hari doang untuk puas nikmatin Geopark Ciletuh ini. Semoga kapan-kapan gue bisa ke sini lagi heheheh.

Malemnya, masih di tengah perjalanan, kita makan di kawasan Odeon/? Kita makan di Mie Kocok Mang Ece. Enaaaaak, recommended. Dagingnya gacuma kikil, tapi babat pun juga dihidangkan dalam mangkuk mie kocok itu. Dan gacuma mie kocok, ada yamin, yahun, soto mie, dll. Kenyang, kita pun nyari oleh-oleh khas Sukabumi. Apa hayoo?? Yep, mochi. Kita pun memilih Mochi Lampion untuk membeli mochi. Mochi-nya beneran recommended. Gue sih paling suka sama mochi kejunya hehehe. Terussssssss, pulang deh ke rumah. Dan jalan-jalan ke Sukabumi selesailah sudah.

Makasih ya buat yang kuat baca sampai akhir. Semoga Geopark Ciletuh bisa jadi Geopark Internasional yang bersih, terjaga, terawat, dan ramai pengunjungnya, entah domestik maupun mancanegara. Have a nice holiday, guys! See you.




Wassalamu’alaikum wr. wb.


#Tulisan di atas berdasarkan apa yang gue rasain yaaa. Rekomendasi-rekomendasi yang gue berikan sesuai selera gue hehe. Murah, enak, bagus, indah, dsb kan relatif;) Ohya, lebih bagus saat mengunjunginya langsung karena foto dan realita terkadang berbeda. Perubahan mungkin akan terjadi cepat atau lambat sehingga tidak sesuai lagi dengan tulisan ini. Grazie mille.

Sunday, 8 May 2016

Pergerakan Nasional? Apa ya?

Assalamu’alaikum wr. wb. Ciaoooooooo! Lama ya ga nge-post. Jadi, guys, sekarang gue mau berbagi tentang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
PERGERAKAN NASIONAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAL
hehe
Check it out, yaaz!

Pergerakan nasional merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern ke arah perbaikan hajat hidup bangsa Indonesia yang disebabkan rasa ketidakpuasan terhadap keadaan masyarakat yang ada.
Terus, faktor utama dari pergerakan nasional adalah Politik Etis.

Latar Belakang Pergerakan Nasional
Politik Etis (Balas Budi)
Sejak menginjakkan kakinya di bumi Indonesia pada tahun 1956, penjajah Belanda kurang memperhatikan kesejahteraan golongan pribumi (orang-orang Indonesia). Mereka terus mengeruk kekayaan alam dan menindas rakyat Indonesia, tanpa mau memperhatikan nasib rakyat itu sendiri. Belanda pun memperoleh keuntungan yang luar biasa. Namun sistem tanam paksa ini dikecam kaum moralis-liberal di Belanda. Diantaranya adalah Conraad Theodore van Deventer. Ia adalah pencetus sekaligus penganjur politik Etis yang akhirnya diterapkan di Indonesia.
C.Th. van Deventer mengkritik keadaan itu melalui salah satu karangannya yang berjudul Utang Budi. Pada tahun 1899, Van Deventer dalam majalah De Gids menyebutkan jutaaan uang yang dihasilkan oleh Indonesia untuk negeri Belanda adalah satu hutang budi (Een Eeruschuld) bagi bangsa Belanda. Hutang budi ini harus dibayar oleh pemerintah Belanda dengan memperbaiki kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ratu Wilhelmina pun menanggapi secara positif gagasan Van Deventer,  terbukti dari pidatonya yang di beri judul Haluan Etika/Politik Etis untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat pribumi perlu di berlakukan 3 program, yaitu Irigasi (pengairan), Transmigrasi (perpindahan penduduk), dan Edukasi (pendidikan). Dari ketiga program tersebut terasa bahwa edukasi lah yang paling penting.

Tapi, pelaksanaan 3 program yang lebih dikenal dengan istilah Trilogi Van Deventer ini diselewengkan oleh pemerintah Belanda menjadi Politik Asosiasi. Artinya, politik Asosiasi ini pelaksanaannya hanya menguntungkan pemerintah Belanda ini terlihat dalam pelaksanaan Trilogi Van Deventer sebagai berikut:

a.      Edukasi (pendidikan) dilaksanakan hanya untuk menghasilkan tenaga-tenaga kerja terdidik bagi Belanda.

b.   Irigasi (pengairan) dilaksanakan hanya untuk mengairi sawah-sawah yang disewa oleh pengusaha-pengusaha Belanda.

c.      Transmigrasi (perpindahan penduduk) dilaksanakan hanya untuk  tenaga  erja yang dipekerjakan di perkebunan-perkebunan Belanda di luar Jawa.

Walaupun Belanda telah melaksanakan Trilogi Van Deventer, tetapi belum dapat mengubah nasib bangsa Indonesia, karena terselewengkan menjadi Politik Asosiasi tersebut. Secara tidak langsung, dalam pelaksanaannya, Politik Etis yang dijadikan Politik Asosiasi sebenarnya merupakan bentuk penjajahan kebudayaan yang halus sekali. Program edukasi itu sendiri sebenarnya merupakan penggantian kebudayaan asli tanah jajahan dengan kebudayaan penjajah. Namun, setidaknya di bidang pendidikan bangsa Indonesia memperoleh kemajuan. Misalnya diperbolehkannya bangsa Indonesia belajar di perguruan tinggi, walaupun ketentuan ini hanya berlaku bagi golongan tertentu. Dan kesempatan yang sedikit ini telah melahirkan golongan intelektual (terpelajar).

Golongan terpelajar dan profesional adalah orang yang pertama kali menyadari akan nasib bangsanya, penderitaan, kemiskinan dan kebodohan yang dialami bangsa indonesia diakibatkan oleh penjajahan yang panjang. Mereka telah menemukan kesalahan sejarah bangsanya dalam menghadapi Belanda, seperti:

·         Perjuangan masih bersifat kedaerahan
·         Terlalu terpusat dan menggantungkan diri pada seorang pemimpin
·         Setiap daerah punya pemimpin yang berbeda jalan pikirannya
·         Perjuangan belum terorganisir dengan baik
·         Tujuan mereka tidak tersatukan

Setelahnya, golongan terpelajar menyadari untuk mempercepat proses tercapainya nasionalisme, Indonesia perlu membentuk organisasi modern sebagai wadah perjuangan yang tepat.

Pergerakan Nasional lahir dan berkembang karena beberapa factor, yaitu:

 a. Faktor Internal (dari dalam)

·         Keinginan untuk membebaskan diri dari penjajahan akibat penderitaan yang dialami rakyat
·         Munculnya golongan terpelajar (elite nasional) akibat pelaksanaan politik etis
·         Mengenang kejayaan masa lampau yang gemilang

b. Faktor Eksternal (dari luar)

·         Kemenangan Jepang atas Rusia (1904-1905)
·         Terpengaruh oleh gerakan nasional di negara lain, seperti:
1.    Gerakan Kemerdekaan rakyat India yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi
2.    Gerakan Turki Muda yang dipimpin Musthafa Kemal Pasha (Kemal Ataturk)
3.    Gerakan Kemerdekan di Philipina dibawah  pimpinan Yose Rizal
4.    Revolusi Cina (1911) yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen

c. Pengaruh  ucapan Presiden AS, Woodrow Wilson, “Bangsa-bangsa yang  masih terjajah agar menentukan nasibnya sendiri.”

Pergerakan nasional itu mempunyai sifat/ciri-ciri perjuangan yang berbeda  dengan perjuangan bangsa indonesia sebelumnya

Sifat/ciri-ciri pergerakan nasional itu antara lain :

a.       Pergerakan bersifat kebangsaan/nasional
b.      Pergerakan menggunakan sistem organisasi teratur, dan tidak terpusat pada pimpinan
c.       Pergerakan dilakukan oleh pelajar yang berpandangan jauh ke depan
d.      Perjuangan tidak bersifat fisik/ mengangkat senjata, namun berupa gerakan pendiidkan ekonomi dan politik

Pers dan juga media komunikasi juga memegang peranan penting dalam menyadarkan rakyat Indonesia dalam menempuh perjuangan kebangsaan.

Seiring dengan tumbuhnya kesadaran nasional, pers  telah dimanfaatan sebagai sarana untuk menyebarluaskan  cita-cita mencapai kemerdekaan, selain itu, pers juga diusahakan sebagai alat untuk memperkuat cita-cita kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Pada masa pergerakan nasional pers  terbit dimana-mana dibawah pimpinan para tokoh dan perintis pejuang kemerdekaan

Nama-nama majalah dan surat kabar yang lahir sebelum kebangkitan nasional, yaitu:
·         Pewarta Menado (Sulawesi)
·         Pewarta Borneo (Kalimantan)
·         Pemberitaan Aceh (Sumatera)
·         Benteng Pagi (Jawa)
·         Pewarta Surabaya (Jawa, Betawi, dan Slompret Melayu)

Nama-nama surat kabat yang membawa suara pemerintah Belanda:
·         Bentara Hindia (Jakarta)
·         Medan Priyayi (Bandung)
·         Sinar Matahari (Makassar)

Surat kabar yang membawa pikiran-pikiran Bung Karno Dan Bung Hatta adalah
·         Pikiran Rakyat
·         Sekirat Indonesia Muda
·         Daulat Rakyat
·         Penyebar Semangat
·         de Exspress dipimpin oleh Dr. Cipto Mangun Kusumo
Perkembangan Pergerakan Nasional
Organisasi pergerakan nasional telah menjadi wahana perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya melepaskan diri dari cengkraman penjajah Belanda. Perjuangan dengan organisasi menjadi pembeda dari perjuangan masa sebelumnya yang hanya mengandalkan kekuatan senjata.

Ciri-ciri pergerakan nasional sebelum 1908:
-Kurang adanya persatuan/bersifat kedaerahan
-Faktor persenjataan masih sangat sederhana, masih menggunakan senjata tradisional
-Pemimpin perjuangan adalah pemimpin daerah atau golongan bangsawan

sedangkan,

Ciri-ciri pergerakan nasional setelah 1908:
-Mulai menonjolkan persatuan
-Tidak lagi menggunakan senjata tradisiomal, melainkan menggunakan organisasi modern
-Pemimpin perjuangan dari golongan terpelajar

Lahirnya Kebangkitan Nasional dan Pertumbuhan Organisasi Pergerakan 

a.       Masa pembentukan 1908-1920
1.   Sifat:
a.     Gerakan politik yang bersifat Radikal IP, PKI, PNI, PNI Pendidikan, partindo, dan gerindo.
b.     Gerakan politik yang bersifat moderat: PSII, PII, BU, dan PARINDRA.

2.   Prinsip perjuangan:
a.     Gerakan politik yang mempunyai prinsip perjuangan non kooperatif: PKI, PNI, PNI Pendidikan , Partindo.
b.     Yang mempunyai prinsip kooperatif: BU, PSII, dan Gerindo.
c.     Yang mempunyai kooperatif incidental: Parindra.

3.   Dasar gerakan Politik:
a.     Kebangsaan: PNI, PNI Pendidikan, Partindo, Parindra, BU, Gerindo, IP.
b.     Internasional: PKI.
c.     Agama: PSII, PII.

Beberapa Organisasi Pergerakan Nasional 

a.    Awal Pergerakan Nasional (Organisasi yang bersifat Etnik)
Organisasi pergerakan yang bersifat etnik di Indonesia merupakan kelompok sosial dalam masyarakat yang berjuang menaikkan martabat bangsa dan membina rasa kebangsaan melalui gerakan sosial, ekonomi, budaya dan politik. Pelopor pembentukan organisasi yang bersifat etnik antara lain:

1. Organisasi Budi Utomo (20 Mei 1908)
Ketua                           : Dr. Sutomo
Tujuan                         : Untuk mencapai kemajuan & derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.
Keanggotaan               : Kaum terpelajar dan pegawai pemerintah yang berada di P. Jawa  dan Madura 
Pusat kegiatan            : Yogyakarta

Kegiatan ditujukan untuk kegiatan Pendidikan dan budaya tidak politik.

2. Serikat Islam (1911)
Pada awalnya SI bernama SDI.
Ketua                            : H. Samanhudi
Berdiri                          : Solo,1911 
Tujuannya                   : Membela kepentingan para pedagang pribumi dari persaingan  dengan pedang Cina 

Kemudian, atas anjuran H.O.S. Cokroaminoto SDI berubah menjadi SI.
Tokoh                          : H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dam Abd. Muis.
Berdiri                          : 1912
Tujuannya                   : 
-    Mengembangkan jiwa dagang
-    Membantu anggota yang kesulitan dalam usahanya
-    Memajukan pengajaran
-    Memperbaiki pendapat-pendapat yang kelir mengenai agama Islam
-    Hidup menurut pemerintah agama Islam

3. Indische Partij (IP)
Berdiri                          : Bandung, 25 Desember 1912

Tokoh                          : 3 Serangkai, (yaitu Suwardi Suryaningrat, Dr. E.F.F. Douwes Dekker dan  Cipto Mangunkusumo) IP dipandang sebagi organisasi yang betul-betul bercorak politik dan berprogram nasionalisme Indonesia.

Tujuan IP                      : Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa intregritas semua  golongan untuk memamjukan tanah air yang di landasi jiwa nasional, dalam rangka mempersiapkan diri ke arah kehidupan rakyat yang merdeka.

Pada tanggal               : 11 Maret 1913 IP dinyatakan sebagai partai terlarang karena  membahayakan kepentingan penjajah.

b.    Masa Radikal (non kooperatif) tahun 1920-1930
Tiga Partai radikal yang menganut asas non kooperatif adalah PI, PNI, dan PKI.

1. Perhimpunan Indonesia ( 1924 )
PI pada awalnya berdiri di Belanda tahun 1908, semula bernama Indishe Vereenidging (IV).
Tujuan                          : Membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri Belanda.

Perkembangan (IV) adalah sebagai berikut :
IV – Indonessiche Vereenidging, hal ini dimuat dalam majalah Hindia Putra, Pimpinan Moh. Hatta dan A. Subardjo, tahun 1924 IV mengganti namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Pada tahun 1926, tokoh-tokoh perhimpunan Indonesia mengikuti Kongres Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonialisme di Paris, dalam pertemuan itu kongres menyokong perjuangan untuk mencapai Indonesia Merdeka akibatnya tokoh-tokoh perjuangan ditangkap

2. PKI (ISDV-PKH-PKI)
Tokoh                          : Semaun
Tujuan                         : Mendirikan pemerintahan Komunis
Paham Dasarnya        : Infiltrasi (penyusupan) dalam organisasi lain dalam usahanya berhasil menyusup ke SI

SI sayap kiri berhasil berkembang menjadi Serikat Rakyat. Tahun 1926, PKI mengadakan pemberontakan tetapi mengalami kegagalan. Hal ini berakibat di bekukannya PKI.

3. Partai Nasional Indonesia 
Berdiri               : Bandung tahun 1927
Tokoh                          : Ir. Soekarno, Maskun, Supriadinata, dan Gatot Mangkuprojo
Asas PNI                     : Indonesia merdeka atas dasar kekuatan sendiri, Marhaennisme, dan Azas Non Kooperatif

c.     Masa Moderat atau Pergerakan Kooperatif

1. Partai Indonesia (Parindra)
Berdiri tahun 1935 merupakan undangan dari partai Budi Utama dan persatuan bangsa Indonesia.
Pemimpin                    : Drs. Sutomo
Tujuan                         : Indonesia Raya
Kegiatan-kegiatannya:
1.    Menjalankan aksi-aksi politik
2.    Meningkatkan kesejahteraan rakyat
3.    Menganjurkan rakyat untuk mencintai hasil produksi sendiri.

2. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Berdiri               : April, 1937
Tokoh                          : Mr. M. Syarifudin, M. Yamin, Mr Sartono, Dr. A.K. Gani

3. Gapi (Gabungan Politik Indonesia)
Berdiri               : Jakarta, 21 Mei 1939
Pemimpin                     : Moh. Husin Tamrin, Amir Syarifudin, & Abi Kusno.
Berdirinya Gapi bermula dari kegagalan petisi Sutarjo akhirnya Gapi mengadakan aksi menuntut ”Indonesia Berparlemen yang sesungguhnya”

Perjuangan Gapi
a.      Pemakaian bangsa Indonesia dalam sidang Volksraad.
b.      Penghapusan diskriminasi.
c.      Perubahan kata irlander menjadi orang Indonesia
d.      Perubahan Nederland–Indie menjadi Indonesia.

2. Perkembangan Organisasi Pergerakan 

a. Organisasi yang bersifat Etnik Kedaerahan.
Berdirinya BU menandai kebengkitan Nasional Indonesia, setelah itu daerah-daerah bahkan Etnik tertentu mulai mendirikan organisasi seperti Jong Java, Jong Ambon, Persatuan Minahasa, Orang Jakarta, dan Sarekat Sumatra.

b. Organisasi yang bersifat Kepemudaan
Organisasi pergerakan pemuda yang pertama adalah Tri Koro Dharmo berdiri tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta. Tri Koro Dharmo berati tiga tujuan mulia, yakni sakti, budi, dan bakti. Pemimpinnya adalah  dr. R. Satiman Wiryosanjoyo.

Tujuan                          : Mencapai Jawa Raya dengan jalan mempererat tali persaudaraan antar pemuda membangkitkan rasa cinta Tanah air, Bangsa dan Budaya. Tahun 1982 nama Tri Koro Dharmo di ubah menjadi Jong Java artinya Jawa Muda, dengan berdirinya Jong Java telah mendorong lahirnya organisasi pemuda.

Beberapa organisasi pemuda kedaerahan antara lain :
1.    Jong Sumatra Bond
2.    Jong Minahasa 
3.    Jong Ambon  
4.    Jong Celebes
5.    Jong Borneo
6.    Jong Islamieten Bond

c. Gerakan Kepanduan
 Gerakan kepanduan bertujuan menghimpun, menggerakkan, dan membawa para pemuda agar cakap dan terampil mengatur masalah kehidupan sehari-hari.

Gerakan Kepanduan itu antara lain adalah sebagai berikut :
1.    JPO     : Organisasi kepanduan dari Tentara dan Pegawai Mangkunegaraan (berdiri tahun 1916).
2.    SIAP (Sarekat Islam Adfelling Pandu)
3.    JJP (Jong Java Padvienderij) 

d. Organisasi Pergerakan Wanita 
 Sebagai wujud cita-cita kartini, para wanita di berbagai daerah mendirikan organisasi Partai Mardika di Jakarta, tujuannya memajukan pengajaran anak-anak perempuan setelah berdiri organisasi Keutamaan Istri.  

e. Organisasi Pergerakan yang bersifat Keagamaan 
Selain Muhammadiyah dan NU beberapa organisasi keagamaan yang lain:
1.    Al-Irsyad (didirikan orang arab yang ada di Indonesia)
2.    Perkumpulan Politik Katholik Jawa 
3.    Ahmadiyah


Peran Manifesto, Kongres Pemuda dan Konggres Perempuan pertama dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan  

1. Manifesto Politik tahun 1925
Manifesto Politik adalah pernyataan terbuka dan tegas tentang tujuan maupun pandangan seseorang atau kelompok terhadap masalah negara.

Dalam manifesto dijelaskan bahwa kemerdekaan penuh bagi bangsa Indonesia hanya dapat di capai dengan aksi bersama oleh seluruh kaum nasionalis / [ejuang Indonesia atas dasar kekuatan sendiri. Terkait dengan manifesto tersebut, PI memiliki 4 azas perjuangan,
1.    Azas Kesatuan Nasional 
2.    Azas Solidaritas
3.    Azas Swadaya
4.    Azas nonkooperasi

2. Kongres Pemuda 
Munculnya organisasi pemuda di berbagai daerah telah mendorong pemikiran persatuan antara mereka, maka pada tanggal 30 April – 30 Mei 1926 di Jakarta diselenggarakan Konggres Pemuda I. Untuk melaksanakan Konggres Pemuda I maka pada tanggal 26 – 28 Oktober 1928 di adakan Konggres Pemuda II adapun tokoh yang menjadi Panitia antara lain, 

Ketua                                       : Sugondo Joyopuspito 
Sekretaris                              : M. Yamin
Bendahara                               : Amir Syarifudin
Tujuan                                   : Menyatukan gerakan pemuda di seluruh Indonesia.

Pada hari terakhir tanggal 28 Oktober 1928, di bacakan Ikrar bersama yang di kenal dengan Sumpah Pemuda adapun isinya sebagai berikut : 
1.    Bertanah air satu tanah air Indonesia 
2.    Berbangsa satu bangsa Indonesia 
3.    Berbahasa satu bahasa Imdonesia
Tokoh perumusnya adalah M. Yamin

Makna Sumpah Pemuda
·         Mempertinggi semangat kebangsaaan dan persatuan 
·         Memperkuat Identitas bangsa Indonesia 
·         Pernyataannya meningkatkan kesadaran dan identitas kita  

3. Kongres Perempuan Indonesia 

Tujuan Kongres Perempuan Indonesia adalah mempersatukan berbagai organisasi wanita setelah di lakukan kongres terciptalah organisasi wanita-wanita yang ada.

Well, segitu dulu ya, guyssssss.  Ciaooooo!

Wassalamu’alaikum wr wb.






Sumber Referensi:
-       http://izalewat.weebly.com/history/pergerakan-nasional
-       Modul Sejarah Kelas 8


Powered by Blogger.